Cahaya mentari perlahan mengintip
Ayam-ayam mulai berkokok
Kau korbankan rasa kantukmu
Ikhlas dan sabar yang kau pancarkan
Membelaiku dengan halus
Berharap aku enyah dari tempatku
Air hangat t’lah tersedia
Tuk mengganti dinginnya pagi
Seruanmu yang menggema
Pertanda hari mulai siang
Rasa takut akan keterlambatan
Itulah yang terlihat
Sarapan pagi telah menanti
Untuk anakmu yang kau sayang
Ibu...
Usahamu tak sia-sia
Ku datang tepat waktu
Kesuksesan yang menyambutku
Melukis senyum di wajah indahmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar